Banyak orang mengira umur pakai furniture MDF hanya ditentukan oleh kualitas bahan baku, padahal cara merawat furniture MDF sehari-hari punya pengaruh yang sama besarnya. Furniture MDF dari grade yang bagus pun bisa cepat rusak jika terus-menerus terkena air atau lembap, sementara furniture dari grade standar bisa awet bertahun-tahun jika dirawat dengan benar.
Artikel ini membahas berapa lama furniture MDF sebenarnya bisa bertahan, faktor apa yang mempengaruhinya, serta langkah perawatan praktis yang bisa Anda terapkan mulai hari ini. Jika Anda belum menentukan ketebalan yang tepat untuk furniture baru, baca juga panduan memilih ketebalan MDF sesuai proyek.
Dengan perawatan yang tepat dan dijauhkan dari paparan air langsung, furniture berbahan MDF umumnya bisa bertahan bertahun-tahun, bahkan lebih dari satu dekade untuk pemakaian di dalam ruangan. Yang membedakan furniture MDF yang awet dan yang cepat rusak biasanya bukan materialnya, melainkan bagaimana furniture tersebut dirawat setiap hari.
Untuk gambaran lebih lengkap tentang karakteristik material ini, Anda bisa membaca panduan lengkap MDF: jenis, ketebalan & cara pilih sebagai referensi dasar.
Pembersihan rutin yang tepat adalah langkah perawatan paling sederhana namun paling sering diabaikan:
Air adalah musuh utama furniture MDF karena serat kayu olahan menyerap kelembapan lebih cepat dibanding kayu solid jika permukaannya tidak tertutup rapat. Berikut langkah pencegahan yang penting:
Paparan sinar matahari langsung dalam jangka panjang dapat memudarkan warna finishing dan membuat permukaan lebih rentan retak akibat perubahan suhu yang drastis. Tempatkan furniture MDF jauh dari jendela yang terkena sinar matahari langsung sepanjang hari, atau gunakan gordyn/kaca film untuk mengurangi intensitas panas yang masuk ke ruangan.
Kesalahan saat memindahkan furniture adalah salah satu penyebab kerusakan yang paling sering terjadi namun mudah dihindari:
Kerusakan kecil pada furniture MDF tidak selalu berarti harus diganti baru. Beberapa langkah perbaikan sederhana yang bisa dicoba:
Untuk kerusakan yang cukup parah atau menyangkut bagian struktural, sebaiknya konsultasikan dengan tukang kayu atau distributor MDF terpercaya sebelum memutuskan perbaikan sendiri.
Dengan perawatan yang konsisten dan dijauhkan dari paparan air langsung, furniture MDF bisa bertahan bertahun-tahun. Ketahanannya terhadap kelembapan memang berbeda dengan kayu solid, sehingga langkah pencegahan air menjadi kunci utama.
Gunakan kain lembap yang langsung dikeringkan dengan kain kering setelahnya, dan hindari cairan pembersih yang mengandung bahan kimia keras. Segera bersihkan cipratan minyak atau air agar tidak menyerap ke dalam permukaan.
Tanda paling umum adalah permukaan yang mulai menggembung, tepi yang terkelupas, atau perubahan warna pada area tertentu. Jika tanda ini muncul, segera keringkan area tersebut dan hindari kontak dengan air lebih lanjut.
Kerusakan ringan seperti tepi terkelupas atau goresan permukaan bisa diperbaiki sendiri dengan lem kayu dan filler. Namun untuk kerusakan struktural atau area yang sudah menggembung parah, sebaiknya berkonsultasi dengan tukang kayu berpengalaman.
Tidak. Grade dengan ketahanan air lebih tinggi seperti MDF HMR akan lebih tahan di area lembap dibanding grade standar. Pemilihan grade yang sesuai kebutuhan ruangan sejak awal akan sangat membantu memperpanjang umur pakai furniture.
Umur pakai furniture MDF sangat dipengaruhi oleh kebiasaan perawatan sehari-hari, bukan hanya kualitas material saat pembelian. Beberapa poin penting yang perlu diingat:
Butuh MDF grade yang tepat untuk furniture baru yang lebih tahan lama? Hubungi tim kami via WhatsApp untuk konsultasi gratis.
1. MDF E2 :
Ketebalan : 4.75mm 5mm 5.5mm 6mm 8mm 9mm 11mm 12mm 14mm 15mm 18mm 21mm
Dimensi tiap lembar : 1220mm x 2440mm ( 1.22m x 2.44m )
Bahan : Kayu Karet ( Rubber Wood )
Warna : Coklat
2. MDF HMR E2 :
Ketebalan : 5.5mm 6mm 8mm 9mm 12mm 15mm 18mm
Dimensi tiap lembar : 1220mm x 2440mm (1.22m x 2.44m)
Bahan : Kayu Karet (Rubber Wood)
Warna : Hijau
3. MDF CARB TSCA EPA P2 :
Ketebalan : 6mm 9mm 12mm 15mm 18mm
Dimensi tiap lembar : 1220mm x 2440mm (1.22m x 2.44m)
Bahan : Kayu Karet (Rubber Wood)
Warna : Coklat
1. MDF E2 :
Ketebalan : 2.5mm 2.7mm 3mm 6mm 9mm 12mm 15mm 18mm
Dimensi tiap lembar : 1220mm x 2440mm (1.22m x 2.44m)
Bahan : Kayu Karet ( Rubber Wood )
Warna : Coklat
2. MDF HMR E2 :
Ketebalan : 2.5mm 2.7mm 6mm 9mm 12mm 15mm 18mm
Dimensi tiap lembar : 1220mm x 2440mm (1.22m x 2.44m)
Bahan : Kayu Karet (Rubber Wood)
Warna : Hijau
3. MDF CARB TSCA EPA P2 :
Ketebalan : 2.5mm 2.7mm 3mm 6mm 9mm 12mm 15mm 18mm
Dimensi tiap lembar : 1220mm x 2440mm (1.22m x 2.44m)
Bahan : MLH (Mixed Light Hardwood)
Warna : Coklat
Papan MDF (Medium Density Fibreboard) adalah papan kayu olahan yang dibuat menggunakan teknologi modern yang ramah lingkungan dengan 95% proses nya menggunakan mesin. Bahan baku yang di gunakan untuk membuat MDF adalah kayu karet pada umumnya dan kayu-kayu jenis lain untuk MDF tertentu.
MDF di buat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan papan yg halus, rata (flat) dan mudah di finishing agar bisa menjadi produk jadi yang sangat berkualitas tinggi.
MDF ini berwarna coklat dan menggunakan Resin E2. Tingkat emisi formaldehida menurut EN120 akan berkisar antara 8 mg/100 g kayu hingga 30 mg/100 g kayu.
MDF High Moisture Resistance ( tahan kelembapan tinggi ) yang di produksi menggunakan MUF ( Melamine Urea Formaldehyde ) Resin dan di beri pewarna hijau untuk membedakan dengan tipe yg lain. MDF ini lebih tahan terhadap kelembapan yang biasanya digunakan untuk ruangan-ruangan seperti kamar mandi, dapur, teras rumah dll.
MDF ramah lingkungan ini di produksi menggunakan CARB (California Air Resources Board) Resin yang mempunya tingkat emisi formaldehida lebih rendah dibanding MDF E2.
Tingkat emisi formaldehida menurut ASTM6007 akan menjadi ≤ 0,21 ppm (ketebalan ≤ 8 mm) untuk Fase 2 dan ≤ 0,110 ppm (ketebalan ≥8 mm) untuk Fase 2. Pemakaian MDF CARB ini biasanya digunakan untuk produk-produk yang tujuan ekspor ya ke USA terutama kota California.
Papan MDF memiliki kekuatan dan kepadatan yang lebih baik daripada papan kayu biasa, sehingga lebih tahan terhadap deformasi ( perubahan bentuk ) dan resiko patah.
Permukaan papan MDF halus dan rata, sehingga sangat cocok digunakan untuk finishing permukaan menggunakan laminasi seperti HPL ( High Pressure Laminate ) dan pengecatan juga lebih mudah.
Papan MDF tidak mudah retak karena terbuat dari serat kayu yang dipadatkan, papan MDF memiliki sifat yang lebih stabil dan tahan terhadap retak.
Harga papan MDF makin terjangkau dibandingkan papan kayu solid, sehingga lebih ekonomis untuk digunakan dalam produksi mebel / furniture atau bahan konstruksi lainnya.
Papan MDF sangat mudah dipotong dan dibentuk sesuai kebutuhan, sehingga lebih fleksibel dalam penggunaannya.
Papan MDF CARB TSCA EPA P2 lebih ramah lingkungan karena di produksi menggunakan CARB Resin yang sudah di uji tingka emisi formaldehida nya.