Industri pigura dan bingkai foto membutuhkan material yang presisi, mudah dibentuk, dan memberikan hasil akhir rapi. MDF untuk pigura kini menjadi pilihan utama produsen karena permukaannya yang rata sempurna untuk finishing dan konsistensi ukuran yang mendukung produksi massal.
Artikel ini membahas alasan MDF ideal untuk pigura, ketebalan yang direkomendasikan, proses produksi, hingga tips finishing agar hasil terlihat premium. Ini adalah bagian dari seri MDF untuk Industri yang membahas aplikasi komersial material ini secara lebih luas.
Ada beberapa alasan mengapa produsen pigura secara konsisten memilih MDF dibanding kayu solid:
Pemilihan ketebalan sangat memengaruhi hasil akhir dan biaya produksi pigura:
| Ketebalan | Aplikasi Pigura |
|---|---|
| 3-6mm | Pigura foto ukuran kecil, frame tipis minimalis |
| 9-12mm | Pigura standar ukuran sedang, profil moulding dasar |
| 15-18mm | Pigura ukiran profil tebal, frame dekoratif premium |
Untuk panduan lengkap seluruh ukuran dan ketebalan yang tersedia, baca tabel lengkap ukuran & ketebalan MDF.
Secara umum, produksi pigura dari MDF melalui beberapa tahap berikut:
Dibandingkan kayu solid, MDF memberikan beberapa keunggulan spesifik untuk industri pigura:
Untuk perbandingan menyeluruh dengan material panel lain, baca MDF vs plywood vs particle board.
Ya, MDF cukup kuat untuk pigura ukuran besar selama ketebalan disesuaikan dengan bobot kaca atau media yang dibingkai. Untuk ukuran besar, disarankan menggunakan ketebalan minimal 12-15mm agar bingkai tidak melengkung.
Tidak selalu. Untuk pigura interior di ruangan kering, MDF standar sudah cukup. Grade tahan air seperti HMR hanya diperlukan jika pigura akan ditempatkan di area lembap seperti kamar mandi.
Ketebalan 9-12mm paling umum digunakan untuk pigura foto standar karena memberikan kekuatan cukup dengan bobot yang tidak terlalu berat, serta kompatibel dengan mesin moulding profil dasar.
Hasil cat pada MDF umumnya lebih halus dan seragam dibanding kayu solid karena tidak ada serat kayu yang menonjol. Ini menjadikan MDF pilihan lebih baik untuk finishing warna solid seperti cat duco.
MDF menjadi material andalan produksi pigura dan bingkai foto karena permukaannya yang rata, stabilitas dimensi, dan kemudahan proses moulding profil detail. Poin penting:
Pelajari aplikasi industri MDF lainnya di MDF untuk Industri, atau hubungi tim kami via WhatsApp untuk konsultasi kebutuhan produksi pigura Anda.
1. MDF E2 :
Ketebalan : 4.75mm 5mm 5.5mm 6mm 8mm 9mm 11mm 12mm 14mm 15mm 18mm 21mm
Dimensi tiap lembar : 1220mm x 2440mm ( 1.22m x 2.44m )
Bahan : Kayu Karet ( Rubber Wood )
Warna : Coklat
2. MDF HMR E2 :
Ketebalan : 5.5mm 6mm 8mm 9mm 12mm 15mm 18mm
Dimensi tiap lembar : 1220mm x 2440mm (1.22m x 2.44m)
Bahan : Kayu Karet (Rubber Wood)
Warna : Hijau
3. MDF CARB TSCA EPA P2 :
Ketebalan : 6mm 9mm 12mm 15mm 18mm
Dimensi tiap lembar : 1220mm x 2440mm (1.22m x 2.44m)
Bahan : Kayu Karet (Rubber Wood)
Warna : Coklat
1. MDF E2 :
Ketebalan : 2.5mm 2.7mm 3mm 6mm 9mm 12mm 15mm 18mm
Dimensi tiap lembar : 1220mm x 2440mm (1.22m x 2.44m)
Bahan : Kayu Karet ( Rubber Wood )
Warna : Coklat
2. MDF HMR E2 :
Ketebalan : 2.5mm 2.7mm 6mm 9mm 12mm 15mm 18mm
Dimensi tiap lembar : 1220mm x 2440mm (1.22m x 2.44m)
Bahan : Kayu Karet (Rubber Wood)
Warna : Hijau
3. MDF CARB TSCA EPA P2 :
Ketebalan : 2.5mm 2.7mm 3mm 6mm 9mm 12mm 15mm 18mm
Dimensi tiap lembar : 1220mm x 2440mm (1.22m x 2.44m)
Bahan : MLH (Mixed Light Hardwood)
Warna : Coklat
Papan MDF (Medium Density Fibreboard) adalah papan kayu olahan yang dibuat menggunakan teknologi modern yang ramah lingkungan dengan 95% proses nya menggunakan mesin. Bahan baku yang di gunakan untuk membuat MDF adalah kayu karet pada umumnya dan kayu-kayu jenis lain untuk MDF tertentu.
MDF di buat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan papan yg halus, rata (flat) dan mudah di finishing agar bisa menjadi produk jadi yang sangat berkualitas tinggi.
MDF ini berwarna coklat dan menggunakan Resin E2. Tingkat emisi formaldehida menurut EN120 akan berkisar antara 8 mg/100 g kayu hingga 30 mg/100 g kayu.
MDF High Moisture Resistance ( tahan kelembapan tinggi ) yang di produksi menggunakan MUF ( Melamine Urea Formaldehyde ) Resin dan di beri pewarna hijau untuk membedakan dengan tipe yg lain. MDF ini lebih tahan terhadap kelembapan yang biasanya digunakan untuk ruangan-ruangan seperti kamar mandi, dapur, teras rumah dll.
MDF ramah lingkungan ini di produksi menggunakan CARB (California Air Resources Board) Resin yang mempunya tingkat emisi formaldehida lebih rendah dibanding MDF E2.
Tingkat emisi formaldehida menurut ASTM6007 akan menjadi ≤ 0,21 ppm (ketebalan ≤ 8 mm) untuk Fase 2 dan ≤ 0,110 ppm (ketebalan ≥8 mm) untuk Fase 2. Pemakaian MDF CARB ini biasanya digunakan untuk produk-produk yang tujuan ekspor ya ke USA terutama kota California.
Papan MDF memiliki kekuatan dan kepadatan yang lebih baik daripada papan kayu biasa, sehingga lebih tahan terhadap deformasi ( perubahan bentuk ) dan resiko patah.
Permukaan papan MDF halus dan rata, sehingga sangat cocok digunakan untuk finishing permukaan menggunakan laminasi seperti HPL ( High Pressure Laminate ) dan pengecatan juga lebih mudah.
Papan MDF tidak mudah retak karena terbuat dari serat kayu yang dipadatkan, papan MDF memiliki sifat yang lebih stabil dan tahan terhadap retak.
Harga papan MDF makin terjangkau dibandingkan papan kayu solid, sehingga lebih ekonomis untuk digunakan dalam produksi mebel / furniture atau bahan konstruksi lainnya.
Papan MDF sangat mudah dipotong dan dibentuk sesuai kebutuhan, sehingga lebih fleksibel dalam penggunaannya.
Papan MDF CARB TSCA EPA P2 lebih ramah lingkungan karena di produksi menggunakan CARB Resin yang sudah di uji tingka emisi formaldehida nya.